Liburan akhir lebaran: para pengunjung padati wisata ragunan
![]() |
| Sumber Foto: Kompas.com |
Selama
libur Lebaran 2025, para pedagang mainan di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta
Selatan, mengalami lonjakan pendapatan yang signifikan. Salah satu pedagang,
Hendra (66), mengaku bahwa omzetnya naik drastis saat libur Lebaran. Pada hari
kedua Lebaran, ia berhasil meraup keuntungan hingga Rp 6 juta dalam sehari.
Padahal, di hari biasa, pendapatannya berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 5
juta per hari.
Hendra
menjual boneka dalam dua ukuran, kecil dan besar. Boneka kecil ia jual seharga
Rp 40.000 dengan modal Rp 35.000, sedangkan boneka besar dijual Rp 50.000
dengan modal Rp 45.000. Meskipun keuntungan per item terbilang kecil, volume
penjualan yang meningkat selama liburan membuat pendapatannya melonjak drastis.
Tak hanya
Hendra, banyak pedagang lainnya juga merasakan berkah serupa. Jumlah pengunjung
di Ragunan meningkat tajam selama libur Lebaran, sehingga banyak orang tua yang
membelikan mainan untuk anak-anak mereka. Selain boneka, berbagai jenis mainan
lain seperti balon, mobil-mobilan, dan gelembung sabun juga laris manis.
Para
pedagang mengakui bahwa momen libur Lebaran selalu menjadi kesempatan emas
untuk meningkatkan pendapatan. Banyak dari mereka bahkan menambah stok lebih
banyak untuk mengantisipasi lonjakan pembeli. Selain itu, lokasi strategis di
sekitar pintu masuk Ragunan menjadi faktor utama yang membuat dagangan mereka
cepat laku.
Selain
berdagang, Hendra dan pedagang lainnya juga harus menghadapi tantangan, seperti
cuaca panas yang kadang membuat pembeli enggan berlama-lama memilih barang.
Namun, secara keseluruhan, libur Lebaran tetap menjadi momen yang paling
menguntungkan bagi mereka.
Peningkatan
pendapatan para pedagang mainan ini sejalan dengan antusiasme masyarakat yang
memanfaatkan libur Lebaran untuk berekreasi bersama keluarga. Dengan
meningkatnya jumlah pengunjung, sektor ekonomi kecil di sekitar Ragunan pun
ikut berkembang.
Selain boneka, mainan lain seperti pistol air, layang-layang, dan mainan edukatif juga mengalami lonjakan penjualan selama libur Lebaran. Para pedagang menyesuaikan jenis dagangan mereka dengan tren dan permintaan pasar yang berkembang setiap tahunnya. Tahun ini, misalnya, mainan karakter dari film-film animasi terbaru menjadi favorit di kalangan anak-anak.
Hendra, yang telah berjualan di Ragunan selama lebih dari satu dekade, mengatakan bahwa pengalaman dan insting dagang sangat berperan dalam menentukan stok yang tepat. "Setiap tahun, selera anak-anak berubah. Kalau dulu mereka suka karakter kartun klasik, sekarang mereka lebih suka yang viral di YouTube atau media sosial," ujarnya. Oleh karena itu, ia selalu memperbarui koleksi dagangannya agar tetap menarik bagi pembeli.
Keuntungan besar selama libur Lebaran juga memungkinkan para pedagang untuk menabung atau bahkan mengembangkan usaha mereka. Beberapa pedagang memilih untuk berinvestasi dalam jumlah stok yang lebih besar, sementara yang lain mengalihkan keuntungan mereka untuk memperbaiki lapak atau memperluas jenis barang dagangan. Beberapa pedagang juga mulai berjualan secara daring melalui media sosial untuk tetap mendapatkan pemasukan di luar musim liburan.
Tak hanya bagi para pedagang, lonjakan pengunjung di Ragunan juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Warung makan, penyedia jasa transportasi, serta pedagang makanan ringan ikut menikmati keuntungan dari meningkatnya jumlah wisatawan. "Kalau Ragunan ramai, kita juga kebagian rezeki," kata seorang pedagang minuman yang berjualan tak jauh dari area pintu masuk.
Meski demikian, para pedagang tetap menghadapi tantangan seperti persaingan harga dan cuaca yang tidak menentu. Namun, mereka optimistis bahwa selama Ragunan tetap menjadi destinasi favorit masyarakat saat libur Lebaran, peluang usaha mereka akan terus bertahan dan berkembang.
Text: Quincy Nikita Sulaeman
Hard News
