Wacana Perpustakaan Buka Sampai Malam, Warga Jakarta Antusias
![]() |
| Sumber : detikNews |
Bayangkan bisa membaca buku favorit atau mengerjakan tugas hingga malam hari di perpustakaan yang nyaman. Inilah wacana yang sedang dibahas oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta: memperpanjang jam operasional perpustakaan hingga malam hari. Rencana ini disambut antusias oleh warga, khususnya pelajar, mahasiswa, dan pekerja kantoran yang sering kehabisan waktu karena kesibukan di siang hari.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menyampaikan bahwa ide ini muncul setelah melihat minat masyarakat yang tinggi terhadap perpustakaan. Banyak warga yang datang sore hari, bahkan mendekati jam tutup. Maka dari itu, pemerintah mempertimbangkan untuk membuka perpustakaan hingga malam agar lebih banyak orang bisa menikmati fasilitas yang tersedia.
“Kalau masyarakat mau, bisa saja kita buka sampai malam. Sekarang kami masih kaji lebih dalam, termasuk soal petugas dan keamanan,” kata Heru dalam keterangannya.
Salah satu perpustakaan yang ramai pengunjung adalah Perpustakaan Jakarta di kawasan Cikini. Tempat ini menjadi favorit karena fasilitasnya lengkap, nyaman, dan modern. Banyak anak muda datang untuk membaca, belajar kelompok, atau sekadar menikmati suasana tenang sambil menatap taman.
Rina (23), mahasiswi sebuah kampus swasta di Jakarta, menyambut baik rencana ini. Ia mengaku sering kesulitan mencari tempat belajar yang tenang di malam hari. “Kalau perpustakaan bisa buka sampai malam, itu keren banget. Bisa buat nugas atau belajar bareng teman,” katanya.
Tidak hanya mahasiswa, pekerja kantoran pun ikut senang dengan wacana ini. Dedi (30), seorang karyawan swasta, mengatakan jam kerjanya membuat ia sulit mengakses perpustakaan. “Biasanya pas sampai rumah sudah malam. Kalau bisa mampir ke perpustakaan dulu setelah kerja, pasti saya semangat,” ujarnya.
Meski masih dalam tahap wacana, rencana ini dinilai sejalan dengan upaya membangun budaya literasi di Jakarta. Dengan memperluas akses baca dan belajar, diharapkan masyarakat makin gemar membaca dan terbantu dalam kegiatan pendidikan serta pengembangan diri.
Namun tentu saja, perpanjangan jam operasional ini perlu perencanaan yang matang. Pemerintah harus memastikan ada cukup petugas, keamanan yang terjaga, serta pengelolaan fasilitas agar tetap nyaman hingga malam.
Jika benar terealisasi, langkah ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain. Perpustakaan bukan hanya tempat buku, tapi juga ruang publik yang bisa dimanfaatkan untuk tumbuh bersama.
Untuk sekarang, warga hanya bisa berharap agar wacana ini segera terwujud. Karena bagi banyak orang, perpustakaan malam bukan hanya soal buku, tapi juga soal kesempatan.
Text : Quincy Nikita S
Soft news
