Warga Manggarai Ajak Anak-anak yang Sering Tawuran untuk Dirangkul, Bukan Dijauhi
![]() |
| Sumber : detikcom |
Manggarai,
Jakarta Selatan – Tawuran anak-anak muda di Manggarai kembali membuat warga
khawatir. Tapi, warga di sini punya pendapat berbeda: mereka berharap anak-anak
yang sering ikut tawuran tidak dijauhi atau dicap nakal, melainkan dirangkul
dan diberi perhatian agar tidak salah jalan.
Menurut Bu
Rina, salah satu warga, sebenarnya anak-anak itu ingin diperhatikan. “Mereka
sebenarnya baik, cuma kurang kegiatan positif dan perhatian,” ujarnya. Ia
menambahkan kalau anak-anak punya kegiatan yang menyenangkan, mereka tidak akan
berpikir untuk tawuran.
Warga
lain, Pak Darto, juga setuju. Ia berharap ada tempat khusus buat anak muda di
Manggarai untuk berkumpul dan belajar. “Kalau ada tempat main atau belajar,
mereka tidak akan keluyuran dan tawuran,” katanya.
Beberapa
warga menyarankan agar lingkungan seperti RT dan RW lebih sering mengadakan
kegiatan untuk anak-anak muda, seperti olahraga, pelatihan keterampilan, atau
kegiatan seni. Dengan begitu, anak-anak bisa menyalurkan energi dan waktu
mereka ke hal yang lebih positif.
Gubernur
DKI Jakarta juga menanggapi masalah ini dengan serius. Ia berencana mengajak
warga dan anak-anak muda di Manggarai untuk berdiskusi dan mencari solusi
bersama. Menurutnya, masalah tawuran tidak bisa hanya disalahkan pada anak-anak
saja, tapi perlu pendekatan yang melibatkan semua pihak.
Salah satu
penyebab tawuran, menurut Gubernur, adalah kurangnya fasilitas dan kesempatan
kerja bagi anak muda. Mereka sering merasa bosan dan tidak punya kegiatan yang
bermanfaat. Dengan adanya tempat yang ramah untuk berkegiatan dan pendampingan
dari tokoh masyarakat, diharapkan tawuran bisa berkurang.
Warga
Manggarai juga mengajak orang tua untuk lebih aktif mendampingi dan mengawasi
anak-anaknya. Peran keluarga sangat penting supaya anak-anak tidak merasa
diabaikan dan mudah terjerumus ke hal yang salah.
Dengan
dukungan dari semua pihak — warga, pemerintah, dan keluarga — diharapkan
anak-anak yang selama ini terlibat tawuran bisa berubah dan menjalani hidup
lebih baik. Mereka perlu dirangkul, bukan dijauhi, agar bisa tumbuh menjadi
pribadi yang positif dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Selain
itu, warga juga berharap ada pendampingan dari tokoh masyarakat, seperti ustaz,
guru, atau pemuda yang bisa jadi panutan. Anak-anak biasanya lebih mudah
mendengarkan jika ada sosok yang mereka hormati dan percaya.
Beberapa
warga juga menyarankan agar sekolah-sekolah di sekitar Manggarai ikut terlibat
dengan memberikan pembinaan atau program khusus yang bisa membantu anak-anak
belajar menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.
Tidak
kalah penting, warga ingin pemerintah menyediakan ruang terbuka yang aman untuk
bermain dan berkumpul. Lapangan, balai warga, atau taman bisa jadi tempat yang
baik untuk berkegiatan dan menjauhkan anak dari lingkungan negatif.
Text : Quincy Nikita S
Hard News

